PT DuPont Indonesia selaku produsen benih jagung hibrida terkemuka asal Amerika ini menawarkan varietas benih jagung hibrida tahan bulai kepada petani Grobogan. Varietas terbaru yang dikenal dengan merek dagang P 36 Bekisar itu di klaim mampu halau penyakit bulai hingga 80%.
“Saat saya coba sendiri tanam pakai P 36 Bekisar, terbukti tanaman jagung yang saya miliki terbebas dari serangan penyakit jamur bulai, padahal petak lahan di sebelah saya 70% terserang bulai,” aku Edi.
Menurut Yuana Leksana Marketing Manager PT DuPont Indonesia saat acara Farmer’s Field Day di Desa Nambuhan Grobogan Jawa Tengah, menyatakan bahwa varietas jagung hibrida P36 Bekisar di samping terbukti tahan penyakit bulai, juga mempunyai bentuk tongkolnya besar dan panjang, warnanya lebih merah dan cerah serta dapat dipanen umur pendek 90 hari.
“Secara morfologi tanaman P36 Bekisar tumbuh seragam, batang dan daun tetap segar, tongkol besar dan panjang dan warna biji merah cerah. Varietas ini juga memiliki potensi hasil hingga 13 ton/ha karena dapat ditanam rapat hingga 100.000 tanaman per hektar,” jelas Yuana melalui keterangan, Kamis (24/5).
Sementara itu, Farra Siregar, Direktur Komersial Kawasan ASEAN, Corteva Agriscience mengatakan, bahwa pihaknya merasa bangga dengan hadirnya benih jagung hibrida P36 Bekisar. Hal ini sesuai dengan misi perusahaan yang harus mampu menjawab persoalan yang dihadapi petani di lapangan termasuk masalah yang menjadi momok petani yaitu masalah penyakit bulai dan produktivitas.
“Penemuan varietas P 36 ini sungguh fenomenal. Kami merasa ada faktor keberuntungan dari tanaman yang kami riset selama 4-5 tahun ini. Tanaman tidak hanya toleran terhadap serangan bulai tetapi dapat dipanen umur pendek 90 hari dan masih mampu menghasilkan panen yang melimpah,” ujar A. Roviek Kurniawan R & D Manager PT DuPont Indonesia.
Segmentasi varietas benih jagung hibrida P 36 ditujukan untuk pasar free market high dan middle. Seperti diketahui saat ini petani juga mendapatkan benih jagung hibrida dari subsidi benih yang diberikan gratis oleh pemerintah.
Segmentasi varietas benih jagung hibrida P 36 ditujukan untuk pasar free market high dan middle. Seperti diketahui saat ini petani juga mendapatkan benih jagung hibrida dari subsidi benih yang diberikan gratis oleh pemerintah.
PT DuPont Indonesia, sebagai perusahaan berbasis riset terkemuka dunia, tentu saja merespon masalah yang terjadi di lapangan untuk dibuatkan solusinya di perusahaan.
“Dan peluncuran varietas P36 Bekisar ini adalah bukti atas janji kami kepada petani bahwa suatu saat DuPont akan ciptakan varietas jagung hibrida yang tahan terhadap bulai tetapi masih mampu menghasilkan performa produksi yang tinggi,” jelas Benny Sugiharto Country Manager PT DuPont Indonesia.
“Setidaknya ada tiga keunggulan dari P 36 Bekisar ini, yakni pertama potensi hasil 9,6 ton hingga 13 ton per hektar. Kedua tanaman lebih tahan terhadap serangan cendawan bulai dan ketiga mampu ditanam rapat hingga 100 ribu tanaman per hektar,” tambah Devi Kusumaningtyas Public Affair Manager Asean PT DuPont Indonesia.
Di Indonesia, PT. DuPont Indonesia dikenal sebagai produsen di dalam memproduksi dan memasarkan benih jagung hibrida merek Pioneer sejak tahun 1988 dan merupakan pemimpin pasar dalam industri benih jagung hibrida di Indonesia. PT. DuPont Indonesia telah melepas lebih dari 35 varietas benih jagung hibrida Pioneer.